
Mempunyai pekerjaan yang sesuai dengan minat dan latar belakang pendidkan kita, tentunya merupakan keinginan semua orang. Namun terkadang apa yang kita dapat, berbeda dengan apa yang kita inginkan, yang dikarenakan oleh situasi dan kondisi yang ada.
Karena hal tersebut sehingga mengharuskan kita ‘memutar haluan’ untuk menekuni bidang yang kita tidak sukai atau diluar dari keahlian dan kemampuan kita. Tapi apakah kita harus menyesali keadaan tersebut ? dan tidak mempunyai semangat dalam bekerja ? Dan apakah itu berarti kita telah gagal ?
Seorang konsultan dari perusahan bisnis konsultan yaitu Experd Consultant, mengatakan, jawabannya adalah : TIDAK, karena ia berpendapat bahwa pilihan bagi kita untuk menjadikan hidup dan pekerjaan kita menyenangkan atau tidak, yaitu dengan mengubah cara berfikir kita. Kita sendiri yang merupakan makna dari pekerjaan saat ini, yang pastinya akan berdampak pada keberhasilan dimasa mendatang.
Berikut ini beberapa tips dalam menghadapi hal tersebut:
Apakah Benar Kita Telah Gagal ?
Kegagalan seringkali berawal dari persepsi atau pemikiran dari diri kita sendiri yang timbul:
Apabila kita menilai diri kita gagal, orang lain belum tentu beranggapan demikian. Banyak sekali hal-hal yang bisa dijadikan alasannya.
Apa tolok ukurnya ?
Hal yang perlu kita ingat adalah penilaian akan keberhasilan atau kegagalan tidak selalu ditentukan oleh kita sendiri, namun juga orang lain atau lingkungan kita. Apakah anda menganggap keberhasilan dinilai dari materi, pengakuan lingkungan, kesenangan pribadi, atau ada hal lain ? Kita tentunya tidak bisa memborong semuanya karena hal ini akan membuat kita makin stress dan terbebani. Ingat ya.... tidak ada orang yang sempurna. Buatlah prioritas mengenai target atau standar kita sendiri, dengan dasar pemikiran yang paling realistis.
Jika Anda merasa materi paling penting saat ini, tentunya Anda harus cukup realistis dan tidak lagi memusingkan mengenai suka tidak sukanya anda dengan bidang kerja, dan lebih fokus pada bagaimana mengoptimalkan kemampuan dan mengejar target kerja sebaik mungkin. Jika pengakuan lingkungan menjadi prioritas, apapun bidang kerja Anda, asalkan bisa menghasilkan kinerja terbaik otomatis Anda bisa mendapatkan pengakuan tersebut.
Apa yang Harus Dilakukan ?
1. Anda bisa mulai dengan membuat checklist mengenai plus minus pekerjaan Anda sekarang. Apa yang Anda senangi dan tidak, apa manfaatnya bagi Anda dan apa kerugian yang Anda dapatkan sejauh ini. Anda juga bisa mencari informasi terbaru mengenai segala peluang dan ancaman terkait pekerjaan tersebut saat ini dan mendatang, baik secara spesifik di perusahaan Anda bekerja atau secara umum di bisnis yang anda tekuni.
2. Cermati pula kekuatan dan kelemahan diri Anda berdasarkan masukan dari rekan kerja, atasan atau keluarga, selain pengamatan Anda terhadap keberhasilan proyek kerja atau tugas-tugas sejauh ini.
3. Apabila Anda memutuskan untuk tetap di bidang kerja saat ini, masih banyak cara mengoptimalkan kinerja Anda dan mendapatkan pengakuan atas keberhasilan Anda. Susun target-target spesifik, mulailah dari jangka pendek dan yang paling realistis agar Anda bisa memenuhinya secara optimal.
4. Jika Anda memutuskan kembali ke ‘jalur’ pendidikan atau minat Anda, buatlah rencana yang matang dengan memperhitungkan segala aspek, kerugian yang Anda akan alami di waktu dekat serta tindakan antisipasinya. Cari tahu ke sebanyak mungkin rekanan atau sumber informasi lain (website, buku, koran dan sebagainya) demi melengkapi analisa Anda. Perlu diingat juga, Anda perlu mencermati lagi apakah kesempatan itu harus dalam bentuk pekerjaan formal ataukah bisa dilakukan secara paruh waktu, atau bahkan berusaha mandiri (wiraswasta) ? Ingat, Anda tetap harus mengukur kemampuan dan meramalkan keberhasilan Anda, dan memulai tindakan secara hati-hati, sehingga Anda bisa mengevaluasi setiap langkah dan tidak gegabah dalam bertindak.
Apapun pilihan Anda, Andalah yang menentukan keberhasilan atau kegagalannya selama Anda sudah memperhitungkan betul setiap langkah dan mengantisipasi segala resikonya.
Semoga Bermanfaat
Karena hal tersebut sehingga mengharuskan kita ‘memutar haluan’ untuk menekuni bidang yang kita tidak sukai atau diluar dari keahlian dan kemampuan kita. Tapi apakah kita harus menyesali keadaan tersebut ? dan tidak mempunyai semangat dalam bekerja ? Dan apakah itu berarti kita telah gagal ?
Seorang konsultan dari perusahan bisnis konsultan yaitu Experd Consultant, mengatakan, jawabannya adalah : TIDAK, karena ia berpendapat bahwa pilihan bagi kita untuk menjadikan hidup dan pekerjaan kita menyenangkan atau tidak, yaitu dengan mengubah cara berfikir kita. Kita sendiri yang merupakan makna dari pekerjaan saat ini, yang pastinya akan berdampak pada keberhasilan dimasa mendatang.
Berikut ini beberapa tips dalam menghadapi hal tersebut:
Apakah Benar Kita Telah Gagal ?
Kegagalan seringkali berawal dari persepsi atau pemikiran dari diri kita sendiri yang timbul:
- Karena kita melihat teman-teman yang berhasil mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan mereka
- karena kita malu jika ditanya orang tua,
- malu karena sudah buang waktu sekolah lama-lama tapi tidak bisa menerapkan,
- atau karena tidak suka
Apabila kita menilai diri kita gagal, orang lain belum tentu beranggapan demikian. Banyak sekali hal-hal yang bisa dijadikan alasannya.
- Bahwa kita tetap bisa menjalankan pekerjaan dengan baik
- Bahwa kita adalah rekan kerja yang menyenangkan,
- Anggapan bahwa kita sudah membantu perekonomian keluarga,
- Bahwa kita tidak lagi tergantung secara finansial pada orang tua,
- Menjadikan orang lain tidak pernah menganggap diri kita gagal dalam bekerja.
Apa tolok ukurnya ?
Hal yang perlu kita ingat adalah penilaian akan keberhasilan atau kegagalan tidak selalu ditentukan oleh kita sendiri, namun juga orang lain atau lingkungan kita. Apakah anda menganggap keberhasilan dinilai dari materi, pengakuan lingkungan, kesenangan pribadi, atau ada hal lain ? Kita tentunya tidak bisa memborong semuanya karena hal ini akan membuat kita makin stress dan terbebani. Ingat ya.... tidak ada orang yang sempurna. Buatlah prioritas mengenai target atau standar kita sendiri, dengan dasar pemikiran yang paling realistis.
Jika Anda merasa materi paling penting saat ini, tentunya Anda harus cukup realistis dan tidak lagi memusingkan mengenai suka tidak sukanya anda dengan bidang kerja, dan lebih fokus pada bagaimana mengoptimalkan kemampuan dan mengejar target kerja sebaik mungkin. Jika pengakuan lingkungan menjadi prioritas, apapun bidang kerja Anda, asalkan bisa menghasilkan kinerja terbaik otomatis Anda bisa mendapatkan pengakuan tersebut.
Apa yang Harus Dilakukan ?
1. Anda bisa mulai dengan membuat checklist mengenai plus minus pekerjaan Anda sekarang. Apa yang Anda senangi dan tidak, apa manfaatnya bagi Anda dan apa kerugian yang Anda dapatkan sejauh ini. Anda juga bisa mencari informasi terbaru mengenai segala peluang dan ancaman terkait pekerjaan tersebut saat ini dan mendatang, baik secara spesifik di perusahaan Anda bekerja atau secara umum di bisnis yang anda tekuni.
2. Cermati pula kekuatan dan kelemahan diri Anda berdasarkan masukan dari rekan kerja, atasan atau keluarga, selain pengamatan Anda terhadap keberhasilan proyek kerja atau tugas-tugas sejauh ini.
3. Apabila Anda memutuskan untuk tetap di bidang kerja saat ini, masih banyak cara mengoptimalkan kinerja Anda dan mendapatkan pengakuan atas keberhasilan Anda. Susun target-target spesifik, mulailah dari jangka pendek dan yang paling realistis agar Anda bisa memenuhinya secara optimal.
4. Jika Anda memutuskan kembali ke ‘jalur’ pendidikan atau minat Anda, buatlah rencana yang matang dengan memperhitungkan segala aspek, kerugian yang Anda akan alami di waktu dekat serta tindakan antisipasinya. Cari tahu ke sebanyak mungkin rekanan atau sumber informasi lain (website, buku, koran dan sebagainya) demi melengkapi analisa Anda. Perlu diingat juga, Anda perlu mencermati lagi apakah kesempatan itu harus dalam bentuk pekerjaan formal ataukah bisa dilakukan secara paruh waktu, atau bahkan berusaha mandiri (wiraswasta) ? Ingat, Anda tetap harus mengukur kemampuan dan meramalkan keberhasilan Anda, dan memulai tindakan secara hati-hati, sehingga Anda bisa mengevaluasi setiap langkah dan tidak gegabah dalam bertindak.
Apapun pilihan Anda, Andalah yang menentukan keberhasilan atau kegagalannya selama Anda sudah memperhitungkan betul setiap langkah dan mengantisipasi segala resikonya.
Semoga Bermanfaat















0 komentar:
Poskan Komentar